Why me ?
Nama ku Rizka Harum
Kusumasari. Aku adalah perempuan yang dilahirkan sebagai seorang pemenang.
Pemenang dari semua orang yang ada didunia ini. Dan aku percaya itu. Tapi entah
mengapa aku selalu merasa ada yang kurang didalam hidup ku. Yaitu, tanpa adanya
kasih sayang dari kedua orang tua ku. Yang membuat ku lahir sebagai seorang
pemenang. Beban ini yang selalu menjadi tanda tanya besar yang ada dihidup ini.
Kenapa harus aku yang seperti ini ?
Sejak lahir, aku tidak
pernah merasakan hangatnya pelukan seorang ibu. Tidak pernah merasakan
hangatnya juluran tangan seorang ayah saat ia menolongku bila aku terjatuh. Dan
tidak pernah melihat senyuman mereka saat aku tersenyum kepadanya. Karena sejak
lahir, aku diasuh oleh bibi dan paman ku. Mereka menceritakan semua kepada ku.
Bahwa ibu ku menderita penyakit kanker otak yang sangat ganas, sehingga hidupnya
tidak akan lama lagi. Setelah aku dilahirkan, semenit kemudian ibu ku meninggal
dunia. Sedangkan ayah ku, meninggal saat beliau ingin pergi keluar negeri. Sebab
pesawat yang beliau tumpangi terjatuh, dan sampai sekarang masih belum di
temukan sedikit pun identitas tentang beliau.
Sebelum ibu ku
meinggal, beliau menitip pesan kepada bibi ku untuk merawat ku kelak aku dewasa.
Tetapi takdir pun berkata lain. Bibi dan paman ku meninggal dunia saat aku
duduk di kelas 3 SD. Mereka meninggal karena kecelakaan lalu lintas ketika
ingin menjemput ku kesekolah. Hingga akhirnya aku di titipkan di panti asuhan.
Tempat yang sangat tidak nyaman untuk ku. Tempat yang asing bagi ku untuk
tinggal dan hidup di sana. Tetapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya
bisa menerima takdir ini dengan penuh keikhlasan.
Selama aku dipanti,
pertanyaan kenapa itu semakin banyak dibenak ku. Kenapa aku di takdirkan
seperti ini ? Kenapa semua orang yang sangat berarti dihidup ku, harus pergi
meninggal kan ku ? Kenapa di usia ku yang masih sangat butuh kasih sayang orang
tua, malah harus tinggal di sebuah panti asuhan ? Berat rasanya untuk aku
menerima takdir ini ya Tuhan. Tetapi aku tidak boleh putus asa. Aku harus tetap
menjalaninya walaupun ini sulit.
Waktu demi waktu terus
aku jalani di panti ini. Hari demi hari teman-teman ku semakin banyak di panti.
Sehingga aku sudah tidak merasakan rasanya hidup sendiri di bumi ini dan
merasakan bahagianya mempunyai keluarga baru. Aku sadar masih banyak orang yang
mempunyai nasib sama seperti ku. Namun aku lebih beruntung dari mereka, karena
aku masih bisa merasakan hidup bersama keluarga ku. Walaupun bukan bersama
kedua orang tua ku. Dan aku berjanji pada diri ku. Aku akan menjadi perempuan
yang berguna untuk bangsa dan negara ini.
Dari tekat ku itulah,
aku tumbuh menjadi seorang remaja perempuan yang kuat, tangguh dan taat kepada
agama untuk menghadapi kerasnya hidup ini. Aku lulus SD lebih cepat dari
teman-teman ku. Karena kemampuan otak ku yang begitu luar biasa untuk cepat
menangkap pelajaran, kata guru ku. Dari situlah aku mendapatkan beasiswa untuk
sekolah di SMP yang terkenal di jakarta. Aku sekolah di SMP yang mayoritas
orang berada. Tapi aku ? Aku hanyalah anak panti yang mendapatkan sebuah
kesempatan bersekolah di sekolah ini. Dan hanya bisa bermimpi untuk satu level
dengan mereka.
Cacian, makian, hinaan
terus aku dapatkan setiap harinya. Bagi ku mereka hanyalah tembok pemghalang besar
yang menghalangiku untuk maju. Tetapi ini semua yang membuatku untuk
berkomitmen tinggi pada hidup ku. Yang akan tetap menerima takdir ini dengan
ikhlas. Dan suatu saat akan ku beli semua bibir dan ucapan mereka yang menghina
ku sekarang. Dan juga aka aku buktikan, bahwa aku bukanlah sampah yang di taruh
di panti asuhan, tetapi aku adalah seorang pemenang yang dilahirkan di dunia
ini. Hanya itu kata-kata yang membuat aku bangkit dan terus bangkit dari
kerasnya takdir ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar